Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

About

Pengertian Bimbingan dan Konseling

1.      Pengertian Bimbingan

Bimbingan dan konseling terdiri dari dua kata yaitu “bimbingan” dan “konseling” yang memiliki arti tidak jauh berbeda. Menurut Walgito “bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu kesulitan di dalam kehidupannya agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya”.
Menurut Sukardi “bimbingan adalah.......
suatu proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dan sistematis oleh konselor agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri.
Berdasarkan dua pendapat di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh yang ahli (pembimbing) kepada orang lain (klien) yang sedang bermasalah agar klien dapat mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirinya dan dapat mencapai penyesuaian diri yang baik dengan lingkungannya, maka peneliti mengambil layanan tersebut untuk meningkatkan konsep diri siswa.
2.      Pengertian Konseling
Menurut Prayitno konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.

           Sedangkan menurut Walgito konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.

Pengertian di atas dapat diartikan bahwa bimbingan dan konseling adalah suatu proses bantuan yang dilakukan oleh konselor dengan klien baik perorangan maupun kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah dalam memperbaiki tingkah laku untuk mencapai kebahagiaan dan merencanakan masa depan serta meningkatakan kosep diri.
3.      Tujuan Bimbingan dan Konseling
Menurut Nurihsan “bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan yaitu (a) tujuan umum dan (b) tujuan khusus”. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
a.       Tujuan umum
1)      Memahami, menerima, mengarahkan, dan mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan siswa seoptimal mungkin.
2)      Menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
3)      Merencanakan kehidupan masa depan siswa yang sesuai dengan tuntutan dunia pada saat ini ataupun masa yang akan datang.
4)      Merencanakan kehidupan masa depan  siswa yang sesuai dengan tuntutan dunia pada saat ini ataupun masa yang akan datang.
b.      Tujuan Khusus
Secara khusus, layanan bimbingan dan konseling bertujuan membantu para siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya yaitu :
1)      Mengembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2)      Mengembangkan hubungan sosial yang mantap dengan teman sebaya, baik pria maupun wanita. Mampu bekerja sama dalam kelompok, menerima teman dari lawan jenis yang berbeda, dan tidak memaksakan kehendak pada kelompoknya.
3)      Mengembangkan peran sosial sebagai pria untuk siswa pria atau peran perempuan untuk siswa perempuan sesuai dengan norma masyarakat.
4)      Menerima keadaan diri dan menerapkannya secara efektif.
5)      Memiliki sikap dan perilaku emosional yang mantap.
6)      Mempersiapkan kearah kemandirian ekonomi.
7)      Memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan.
8)      Memiliki sikap positif terhadap perkawinan dan hidup berkeluarga.
9)      Memiliki ketrampilan intelektual dan memahami konsep-konsep yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik.
10)  Memiliki sikap dan perilaku sosial yang bertanggung jawab.
11)  Memahami nilai-nilai dan etika hidup bermasyarakat.

Pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan dan konseling pada dasarnya adalah membantu siswa dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki, pencegahan terhadap timbulnya masalah yang akan menghambat perkembangannya, dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya, baik sekarang maupun masa yang akan datang, sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara baik dan benar. Dengan memperhatikan tujuan diatas, penelitian ini dipergunakan untuk membantu siswa yang mengalami hambatan konsep diri dalam kehidupannya sehari-hari.
4.      Fungsi Bimbingan dan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang  hendak dipenuhi melalui pelaksanaan bimbingan dan konseling. Menurut Prayitno fungsi bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut :
a. Fungsi Pemahaman b. Fungsi Pencegahan c. Fungsi Pengentasan       d. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Adapun penjelasan dari kutipan diatas adalah sebagai berikut :
a.       Fungsi pemahaman
Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan dan konseling, yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik.
b.       Fungsi pencegahan
Fungsi pencegahan yaitu, fungsi bimbingan dan konseling, yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagi permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat atau menimbulkan kesulitan, kegiatan-kegiatan tertentu dalam proses perkembangannya.
c.       Fungsi pengentasan
Melalui fungsi  pengentasan ini pelayanan bimbingan dan konseling akan teratasinya berbagai permasalahan yang di alami peserta didik.
d.      Fungsi  pemeliharan dan pengembangan
Fungsi ini adalah fungsi bimbingan dan konseling, yang akan menghasilkan terpeliharanya dan berkembangnya berbagai potensi dan  kondisi positif peserta didik , dalam rangka perkembangannya secara terarah, mantap, dan  berkelanjutan. 
Fungsi bimbingan dalam hal ini yaitu mengarah kepada fungsi pemahaman dan pencegahan dalam mengatasi berbagai persoalan yang mungkin akan muncul dalam kehidupan sehari-hari siswa, yang tentunya berkaitan dengan konsep diri. Namun apabila sudah mengalami masalah maka siswa diarahkan pada fungsi pengentasan masalah agar dapat teratasi permasalahan tersebut dengan baik. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan diarahkan untuk menjaga agar siswa tidak mengalami masalah yang sama terutama masalah konsep diri serta dapat mengembangkan potensi dalam dirinya.
5.      Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
Menurut Rahman (2003:45) layanan bimbingan dan konseling yang ada disekolah antara lain yaitu :
a.       Layanan Orientasi
b.      Layanan Informasi
c.       Layanan Penempatan dan Penyaluran
d.      Layanan Pembelajaran
e.       Layanan Konseling Perorangan
f.        Layanan Konseling Kelompok
g.       Layanan Bimbingan Kelompok

Adapun penjelasan dari kutipan diatas adalah sebagai berikut :
a.       Layanan Orientasi
   Adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan atau seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya.
b.      Layanan Informasi
Layanan informasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani tugas atau kegiatan.
c.       Layanan Penempatan dan Penyaluran
Individu sering mengalami  kesulitan dalam menentukan pilihan, sehingga tidak sedikit individu yang bakat, kemampuan minat dan hobinya tidak tersalurkan dengan baik.
d.      Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran adalah layanan yang diberikan kepada siswa agar siswa mampu mengembangkan sikap dan kebiasaan yang baik.
e.       Layanan Konseling Perorangan
Merupakan bentuk pelayanan khusus berupa hubungan langsung tatap muka antara konselor dengan klien
f.        Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sekelompok individu.
g.       Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang diberikan kepada sekelompok siswa baik ada masalah atau tidak ada masalah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar